Tujuan utama pelatihan penggunaan aplikasi Siepbj untuk selain Pengadaan Barang dan Jasa adalah untuk meningkatkan kompetensi, pemahaman, dan keterampilan pengguna dalam melaksanakan proses realisasi keuangan secara elektronik agar berjalan lebih efisien, transparan, dan sesuai aturan, adapun tujuan utama dari pelaksanaan pelatihan ini adalah :
1. Transformasi Digital dan Efisiensi
- Peralihan ke Paperless: Mengurangi penggunaan dokumen fisik dalam pengajuan pengadaan barang dan jasa.
- Kecepatan Proses: Mempercepat alur birokrasi pengadaan, mulai dari usulan hingga verifikasi, karena dilakukan secara sistematis dalam satu aplikasi.
2. Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas
- Monitoring Real-Time: Memudahkan pimpinan dan unit terkait untuk memantau status pengadaan secara langsung.
- Audit Trail: Memastikan setiap langkah dalam proses pengadaan tercatat secara digital, sehingga meningkatkan aspek pertanggungjawaban (akuntabilitas) sesuai standar PTN-BH.
3. Penyeragaman Prosedur (Standardisasi)
- Kesamaan Pemahaman: Memastikan seluruh operator atau unit di lingkungan UNP memiliki pemahaman yang sama dalam mengoperasikan sistem.
- Minimalisir Kesalahan: Mengurangi potensi kesalahan input data atau ketidaksesuaian prosedur yang sering terjadi pada proses manual.
4. Integrasi Perencanaan dan Keuangan
- Sinkronisasi Data: Memastikan bahwa barang atau jasa yang diadakan sesuai dengan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) yang telah ditetapkan.
- Tertib Administrasi: Mempermudah sinkronisasi antara bagian aset, perencanaan, dan keuangan dalam mendata pengadaan yang sedang berlangsung.
5. Ringkasan Target Peserta
- Operator Unit/Fakultas: Agar mahir menginput usulan.
- Pejabat Pembuat Komitmen (PPK): Untuk memverifikasi teknis pengadaan.
- Pihak Direktorat Keuangan dan Aset: Sebagai pengelola pusat untuk memastikan aset yang dibeli terdata dengan benar sejak awal.
Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan kita
1. Kemandirian Operasional
Peserta diharapkan mampu mengoperasikan aplikasi secara mandiri, mulai dari tahap input usulan, unggah dokumen pendukung, hingga memantau progres pengadaan tanpa kendala teknis yang berarti.
2. Akurasi Data yang Lebih Tinggi
Diharapkan terjadi penurunan tingkat kesalahan administrasi. Dengan sistem digital, validasi data menjadi lebih ketat, sehingga data barang atau jasa yang diinput sesuai dengan spesifikasi dan pagu anggaran yang tersedia.
3. Percepatan Siklus Pengadaan
Salah satu harapan utama adalah terpangkasnya waktu tunggu (lead time). Proses yang sebelumnya memakan waktu lama karena perpindahan berkas fisik diharapkan menjadi lebih singkat melalui sistem verifikasi digital yang real-time.
4. Budaya Kerja Berbasis Digital
Pelatihan ini diharapkan memicu transformasi budaya kerja di lingkungan universitas, di mana seluruh staf menjadi lebih terbiasa dengan ekosistem digital (digital literacy) dalam menunjang tugas-tugas administratif.
5. Peningkatan Nilai Indikator Kinerja
Secara institusional, suksesnya pelatihan ini diharapkan berdampak pada:
- Optimalisasi Penyerapan Anggaran: Pengadaan yang berjalan lancar membantu penyerapan anggaran tepat waktu.
- Laporan Keuangan yang Akuntabel: Data dari SEPBJ akan mempermudah penyusunan laporan aset dan keuangan yang lebih transparan bagi universitas.
6. Target Akhir
Peserta diharapkan tidak hanya sekadar "tahu" fitur aplikasinya, tetapi juga "paham" esensi regulasi pengadaan yang diterapkan di dalam sistem tersebut, sehingga tercipta tata kelola aset yang lebih rapi dan profesional.